Sabtu, 29 November 2014

Chemical Calculator Software Tutorial

Cara Menggunakan Chemical Calculator
Pada pembahasan kali ini saya akan membahas tutorial Chemical Calculator.

Aplikasi GChemCalc adalah kalkulator sederhana untuk kimia. Mem-parsing rumus kimia untuk menghitung rumus baku, berat molekul, komposisi massa dan pola isotop.

Anda dapat memulai GChemCalc dengan cara berikut:
1. Daftar aplikasi
2. Pilih "Chemical kalkulator"
3. Command line
4. Jenis gchemcalc [rumus], lalu tekan Kembali.
[Formula] singkatan formula kimia opsional.

Ketika Anda mulai GChemCalc, jendela berikut akan ditampilkan:



The GChemCalc Jendela mengandung unsur-unsur berikut:
·      Menubar
Menu pada menubar berisi semua perintah yang Anda butuhkan untuk bekerja dengan GChemCalc.
·      Entri Formula
Ini adalah di mana Anda dapat mengetik rumus.
·      Hasil
Tiga baris selanjutnya memberikan formula dimasukkan sebagai diurai oleh GChemCalc, rumus baku dan berat molekul.
·      Buku catatan
Halaman pertama dari notebook memberikan analisis sebagai persen massa unsur formula saat ini. Halaman kedua menampilkan pola isotop. Halaman ini tersembunyi ketika formula kosong.

Rumus dapat dimasukkan dari baris perintah, dari GChemPaint, atau langsung di entri rumus. Bila menggunakan entri rumus, ketik formula yang valid seperti dalam contoh berikut:



setelah memvalidasi, jika formula telah berhasil diurai, Anda mendapatkan:



Pola isotop ditampilkan pada halaman kedua notebook:


Jika terjadi kesalahan saat parsing formula, kotak pesan akan muncul dan kursor akan pindah masuk ke posisi kesalahan.

GChemCalc mendukung kurung dan kurung untuk setiap tingkat diberikan masing-masing cocok seperti dalam contoh berikut:


Singkatan seperti "Ph" untuk substituant fenil yang didukung.
Hal ini juga berlaku untuk singkatan seperti Pr yang mungkin mewakili baik atom praseodymium atau kelompok propil. Tiga pilihan yang tersedia dalam menu Mode:
·                     kira
GChemCalc mencoba menebak jika simbol merupakan atom atau kelompok, PrCl dianalisis sebagai propil klorida, sedangkan PrCl3 adalah praseodymium klorida; Namun, metode ini mungkin gagal dalam beberapa kasus seperti PrPr3 yang tidak akan diakui sebagai trypropylpraseodymium, setidaknya dengan versi GChemCalc.
·                     atom
Simbol ambigu ditafsirkan sebagai atom.
·                     julukan
Simbol ambigu ditafsirkan sebagai kelompok. Julukan kustom dapat didefinisikan dengan menggunakan aplikasi GChemPaint.

Untuk mencetak pola grafik isotop, pilih File 
 Print ....
File 
 Preview membuka jendela dengan preview hasil cetak.
Untuk menyempurnakan hasil cetakan, setup chooseFile 
 Page ... seperti yang dijelaskan di bawah ini.
Dialog halaman setup.

Tab pertama dialog menyangkut kertas dan margin setup. Header dan footer tidak didukung dalam versi GChemCalc



Tab kedua memungkinkan Anda untuk memilih skala output. Dengan tidak skala atau skala 100%, output akan memiliki ukuran yang sama dalam poin sebagai ukuran dalam pixel pada layar. Jika Anda memilih skala otomatis, Anda dapat membuat output mengisi ruang yang tersedia baik horisontal, vertikal, atau keduanya (tidak ada pilihan setara dengan tidak ada skala).



Untuk mengekspor pola isotop ditampilkan kepada gambar, menggunakan File Save As Image.
Format yang tersedia adalah SVG, EPS, PS, PDF, dan format dengan dukungan menulis di GdkPixbuf.
Untuk memilih format, Anda dapat menggunakan ekstensi yang sesuai dalam nama file, atau secara eksplisit memilih format dalam kotak combo. Dengan metode pertama, jika GChemCalc tidak mengenali ekstensi, file yang diekspor akan menjadi file SVG. GChemCalc akan menambahkan ekstensi ke nama file jika diperlukan.
Anda mungkin mengubah lebar standar dan tinggi gambar diekspor dengan menggunakan entri yang sesuai.
Postscript dan file PDF juga dapat diproduksi dengan menggunakan File 
 Print ... perintah.

Untuk menyalin pola grafik isotop, pilih Edit 
 Copy dan paste di aplikasi target. Grafik akan disalin dalam grafik asli Abiword dan sebagai svg atau png data ke aplikasi lain yang mendukung format tersebut.


Selamat Mencoba ....

Periodic Table Software Tutorial

Periodic Table

Pada pembahasan kali ini saya akan membahas mengenai aplikasi yang sering dipakai dalam kimia, yaitu periodic table.
Apa itu Periodic table?
Periodic Table  adalah software kimia yang memudahkan kita dalam mempelajari tabel peri-odik. Dalam mempelajari tabe
Apabila kita meng-klik salah satu unsur, sebagai contoh adalah unsur Ca, maka akan muncul tampilan sebagai berikut, yang berisi gambaran umum unsur, sifat fisik unsur dan sifat atomik dari unsur Ca :

Selamat Mencoba Guys....
Semoga Bermanfaat

Molecular Weight Calculator Software Tutorial

Molecular Weight Calculator 1.0.1


Molecular Weight Calculator ini digunakan untuk menghitung berat dari suatu molekul. Aplikasi ini akan memungkinkan Anda untuk melakukan perhitungan berat molekul dari setiap rumus kimia. Berkaitan dengan perhitungan massa pada materi konsep mol. Hal ini mudah digunakan dan akurat, mengandung tabel periodik tertanam dalam bentuk elements insert mudah dari tabel periodik. Aplikasi ini cocok untuk mahasiswa, ahli kimia, ilmuwan, guru dan analis.
Berikut adalah beberapa fitur kunci dari “Molecular Weight Calculator 1.0.1″ :
  • Mudah digunakan sebagai kalkulator molekul 
  • Menghitung berat molekul atau massa molar dari setiap rumus kimia
  • Memasukkan unsur-unsur dari tabel periodik yang tertanam
Berikut ini adalah platform dari Molecular Weight Calculator 1.0.1
 
 
 
SELAMAT MENCOBA .....

GElement Software Tutorial

GElement (Program Kimia ChemPup) 

GElement merupakan salah satu perangkat lunak yang di "bundle" bersama chempup. Software ini adalah tabel periodik unsur yang memiliki informasi dari setiap unsur yang disajikan. Salah satu kelebihan software ini adalah kita bisa mendapatkan informasi yang sangat banyak dari masing-masing unsur. Kita bisa mendapatkan informasi umum mengenai unsur tersebut semisal kaum, periode, penemu dan tempat ditemukannya, lalu kita juga bisa mengetahui sifat fisik dan atom dari unsur. Satu hal lagi yang menarik dari software ini kita dapat mengurutkan unsur-unsur yang ada di tabel periodik sesuai dengan keinginan kita yaitu dengan mengubah sudut pandangnya menjadi bentuk tabel.
 
GElement sebenarnya merupakan aplikasi yang dapat dipasang pada setiap sistem operasi Linux. Menurut saya GElement atau dengan nama sedikit beda GElemental namun tampilannya lebih bagus.


  

Tapi kali ini saya membahasannya setelah saya mencoba menggunakan ChemPup dalam Puppy Linux. Seperti halnya aplikasi yang menyajikan tabel periodik tentu akan memberikan informasi sedatail mungkin dengan tampilan yang sangat menarik. Tak terlalu banyak lebih-nya pada aplikasi yang satu ini.

Pada GElement ini kita bisa melihat properti terkait unsur masing-masing mulai dari informasi yang tergolong umum, sifat fisik, maupun sifat atomiknya.


 
Dari tabel ini kita juga bisa menelusuri lebih lanjut mengenai sumber yang dijadikan patokan pemberian nilai-nilai variabel sifat.
       Berikut ini adalah screenshoot tampilan GElement model list, bukan dalam bentuk tabel seperti yang terlihat pada gambar-gambar sebelumnya. Kita bisa mengurutkan berdasarkan header tabel list yang ada juga bisa melihat sifat berdasarkan sifat umum (general), sejarah, sifat fisik, sifat termal, sifat atomik, bentuk kristalografik, elektronik dan sebagainya.

Aplikasi ini sangat cocok digunakan mengajarkan materi yang terkait sengan sistem periodik, struktur atom dan kimia unsur. Meskipun belum mendapatkan yang dapat dipasang di sistem operasi windows, softaware serupa sudah banyak tersedia, baik dalam bentuk flash maupun web atau yang harus diinstall terlebih dahulu.

Sumber :
http://urip.wordpress.com/



SEMOGA BERMANFAAT ....

ISpring Application Tutorial

ISPRING

Mengubah File Powerpoint ke Flash Movie (SWF)
ISpring Presenter merupakan salah satu tool yang mengubah file presentasi yang kompatibel dengan Power Point untuk menjadikan bentuk flash. Perangkat lunak Ispring tersedia dalam versi free (gratis) dan pro (berbayar).
Ispring Presenter secara mudah dapat diintegrasikan dalam Microsoft Power Point sehingga Anda tidak membutuhkan keahlian khusus. Beberapa fitur Ispring Presenter adalah:
  1. iSpring Presenter bekerja sebagai add-ins PowerPoint, untuk menjadikan file PowerPoint lebih menarik dan interaktif berbasis Flash dan dapat dibuka di hampir setiap komputer atau platform. 
  2. Dikembangkan untuk mendukung e-learning. iSpring Presenter dapat menyisipkan berbagai bentuk media, sehingga media pembelajaran yang dihasilkan akan lebih menarik, diantaranya adalah dapat merekam dan sinkronisasi video presenter, menambahkan Flash dan video YouTube, mengimpor atau merekam audio, menambahkan informasi pembuat presentasi dan logo perusahaan, serta membuat navigasi dan desain yang unik (pro).
  3. Mudah didistribusikan dalam format flash, yang dapat digunakan dimanapun dan dioptimalkan untuk web.
  4. Membuat kuis dengan berbagai jenis pertanyaan/soal yaitu: True/False, Multiple Choice, Multiple response, Type In, Matching, Sequence, numeric, Fill in the Blank, Multiple Choice Text (pro).

Contoh menu Ispring Free
Menggunaan iSpring dalam aplikasi Power Point:
1. Anda harus menginstall program iSppring, aplikasi ini dapat di download secara gratis dengan kisaran file 24 Mb di http://www.ispringfree.com/download.html.
2. Buka file presentasi Anda yang telah dibuat di Power Point, jika animasi Anda ingin dijalankan dengan automatis (tanpa menggunakan klik atau enter) maka sebaiknya pada efek animasinya (start) tidak menggunakan on click tetapi lebih disarankan memakai efek animasi-start : after previous, sehingga presentasi dapat berjalan sendiri tanda di enter atau di klik.
3. Pastikan bahwa slide animasi yang akan diubah sudah final sesuai keinginan Anda dengan cara jalankan (slide show atau tekan F5).
4. Jika Anda menggunakan versi 2010, maka pilih iSpring (pada addres bar) lalu klik Publish, maka muncul kotak dialog
  • Presentation title = silahkan ganti nama file yang Anda inginkan)
  • Slide range = klik All slides untuk di Publish
  • Options = jangan beri tanda cecklist.



5. Lalu klik Publish dan tunggu beberapa saat, maka file Anda sudah jadi Flash dan secara otomatis akan dimainkan di Movie Flash,
6. Langkah-langkah di atas adalah bagaimana kita mengubah animasi dalam bentuk PowerPoint lalu diubah menjadi Flash Movie (SWF), pada langkah berikut ini, kita akan menampilkan file atau animasi yang telah diubah menjadi Flash Movie (SWF) dari halaman slide PowerPoint.

Mudah kan guys ,... :D
Selamat mencoba 

Thermochemical Material

TERMOKIMIA

A. Pengertian
Termokimia adalah cabang dari kimia fisika yang mempelajari tentang kalor dan energi berkaitan dengan reaksi kimia dan/atau perubahan fisik. Sebuah reaksi kimia dapat melepaskan atau menerima kalor. Begitu juga dengan perubahan fase, misalkan dalam proses mencair dan mendidih. Termokimia fokus pada perubahan energi, secara khusus pada perpindahan energi antara sistem dengan lingkungan. Jika dikombinasikan dengan entropi, termokimia juga digunakan untuk memprediksi apakah reaksi kimia akan berlangsung spontan atau tak spontan.
Termokimia berawal dari hasil kerja Antoine Laurent Lavoisier pada abad ke 18, dilanjutkan dengan adanya hukum Hess. Termokimia masuk dalam kategori hukum pertama termodinamika.

B. Sejarah Termokimia
Termokimia mengalami dua macam generalisasi. Pernyataan tentang termokimia bervariasi sesuai dengan pengusulnya, yaitu:
  • Hukum Lavoisier dan Laplace
  • Perubahan energi selama reaksi bisa sama dengan atau berkebalikan dengan perubahan energi pada proses kebalikan.
  • Hukum Hess
  • Perubahan energi selama reaksi adalah sama, walaupun perubahan itu berjalan tahap demi tahap.
Lavoisier, Laplace, dan Hess juga meneliti tentang kalor jenis dan kalor laten. Selanjutnya Joseph Black yang memberi peranan besar dalam penelitian kalor laten.

Gustav Kirchoff menunjukkan bahwa variasi kalor reaksi diungkapkan dalam kapasitas kalor antara produk dan reaktan dengan rumus:
dΔH / dT = ΔCp
Bentuk integral persamaan ini mengindikasikan adanya koreksi panas pada satu temperatur dari perhitungan dengan temperatur lain.

C. Sistem & Lingkungan
Untuk mengerti termokimia, perlu dipahami konsep sistem dan lingkungan. Pertama, kita akan membahas mengenai sistem. Sistem adalah reaksi atau tempat yang dijadikan titik pusat perhatian. Lingkungan adalah semua hal yang menunjang sistem, atau dengan kata lain, semua hal di luar sistem. Contohnya, bila anda melihat segelas air, maka segelas air adalah sistem, sementara ruangan dan semua lainnya adalah lingkungan. 

Ada 3 jenis sistem, berdasarkan transformasi materi dan energinya, yaitu:
  1. Sistem terbuka, yaitu sistem dimana pertukaran materi dan energi keluar masuk sistem dapat dilakukan. Contohnya, air dalam gelas terbuka.
  2. Sistem tertutup, dimana hanya ada pertukaran energi atau materi satu arah. Contohnya, air panas dalam gelas tertutup, dimana hanya panas (energi) dari dalam gelas yang bergerak ke arah lingkungan.
  3. Sistem terisolasi, yaitu dimana tidak terjadi pertukaran materi dan energi sama sekali. Contohnya, air dalam termos.

 
 
D. Entalpi
Entalpi, seperti asal kata Yunaninya, berarti kandungan energi pada suatu benda. Jika kita bayangkan kita melihat sebuah ember yang kita tidak tahu volumenya dan berisi air. Seperti banyak air yang tidak kita tahu, besar entalpi juga tidak kita ketahui. Namun, jika dari ambil atau beri air sebanyak satu gayung dari/pada ember tersebut, kita tahu perubahan isinya. Begitulah kita tahu perubahan entalpi.

Entalpi dilambangkan dengan huruf H (terkadang dengan h). Kita dapat mengetahui perubahan entalpi pada suatu reaksi dengan:
ΔH = Hproduk - Hreaktan
Dimana semuanya terdapat dalam satuan J atau kal.

Jika kita hubungkan entalpi dengan hukum termodinamika yang pertama, kita akan tahu bahwa entalpi secara global tidak pernah berubah. Energi hanya bergerak, namun tidak bertambah atau berkurang.
 
E. Reaksi Eksoterm dan Endoterm
Reaksi dibagi menjadi dua jenis, sesuai dengan arah perpindahan energi. Mereka adalah : (a) reaksi eksoterm dan (b) reaksi endoterm. Kita akan membahas yang pertama dahulu.
Reaksi Eksoterm
Reaksi eksoterm, adalah kejadian dimana panas mengalir dari sistem ke lingkungan. Maka, Î”H < O dan suhu produk akan lebih kecil dari reaktan. Ciri lain, suhu sekitarnya akan lebih tinggi dari suhu awal. 
Contoh
C(s)+O-> CO2 (g) ΔH=-393.4 kJ mol-1 
 Diagram reaksi eksoterm berupa: 
  
Reaksi Endoterm
Reaksi endoterm adalah kejadian dimana panas diserap oleh sistem dari lingkungan. Maka, Î”H > 0 dan suhu sekitarnya turun.
Contoh:
  • H2(g) + I2(g) -> 2HI(g) ΔH=51.9 kJ mol-1
  • Ba(OH)2(s) + 2NH4Cl (s) -> BaCl2(l) + 2NH3(g) + 2H2O(l)
  • Penguapan Alkohol
     Berikut diagram reaksi endoterm
     
     
    F. Kondisi Standar & Persamaan Termokimia
    Semua persamaan termokimia akan dituliskan dengan kondisi standar (STP) sebagai acuannya, yaitu 1 atm (101.3 kPa) dan 25oC (298 K). Ini digunakan karena unsur pada kondisi ini berada dalam tingkat paling stabil.

    Persamaan termokimia akan menyatakan jumlah mol reaktan dan produk, serta menyatakan jumlah energi yang terlibat. SI untuk Î”H adalah kJ mol-1. 'mol-1' tidak menyatakan jumlah penyusun senyawa, namun jumlah per mol dalam persamaan tersebut, biasanya dengan acuan mol produk adalah 1. Contoh
    CO(g) + 1/2 O2(g) -> CO2(g) ΔH= -283 kJ mol-1
    2CO(g) + O2(g) -> 2CO2(g) ΔH= -566 kJ mol-1
    Catatan:
    1. Terkadang mol-1 hanya dituliskan jika mol reaktan adalah 1, atau tidak dituliskan sama sekali 
    2.Persamaan termokimia juga harus memasukkan kondisi fisis senyawanya
     
    G.Jenis-Jenis Perubahan Entalpi
    Ada beberapa jenis entalpi, namun kurikulum Indonesia hanya mensyaratkan 4 diantaranya (anda boleh lega, karena siswa Singapura belajar 7
    1. Entalpi Pembentukan Standar (ΔHf0= Standard Enthalpy of Formation)
      Entalpi pembentukan standar adalah perubahan entalpi untuk membentuk senyawa satu mol dari unsur-unsurnya pada kondisi standar.
      Contoh:
      H2(g) + 1/2 O2-> H2O(l) ΔH=-286 kJ mol-1
      C (grafit) + O2(g) -> CO2(g) ΔH=-393 kJ mol-1
      K(s) + Mn(s) + 2O2 -> KMnO4(s) ΔH=-813 kJ mol-1
      Catatan:
    jenis), yaitu:
    • ΔHelemen stabil adalah 0
    • ΔHf digunakan untuk memperkirakan stabilitas senyawa dibanding penyusunnya
    • Semakin kecil ΔHfsemakin stabil energi senyawa itu
    • ΔHtidak mencerminkan laju reaksi (akan dibahas pada bab selanjutnya)
    1. Entalpi Penguraian Standar (ΔHd0= Standard Enthalpy of Decomposition)
      Entalpi penguraian standar adalah kebalikan pembentukan, yaitu kembalinya senyawa ke unsur dasarnya. Maka, entalpinya pun akan berbalik.
      Contoh:
      H2O(l) -> H2(g) + 1/2 O2(g) ΔH=+286 kJ mol-1 (bnd. contoh Hf no. 1)
    2. Entalpi Pembakaran Standar (ΔHc0= Standard Enthalpy of Combustion)
      Entalpi pembakaran standar adalah perubahan entalpi ketika 1 mol materi dibakar habis menggunakan oksigen pada kondisi standar.
      Contoh :
      1/2 C2H4(g) + 3/2 O2 -> CO2(g) + H2O(l) ΔH=-705.5 kJ mol-1
      Catatan:
    • ΔHc selalu negatif, karena panas pasti dilibatkan
    • ΔHc bisa digunakan untuk menilai kandungan energi bahan bakar atau makanan

    1. Entalpi Pelarutan Standar (ΔHs0= Standard Enthalpy of Solution)
      Entalpi pelarutan standar adalah perubahan entalpi ketika 1 mol materi terlarut pada sebuah larutan menghasilkan larutan encer. Setelah itu, tidak akan terjadi perubahan suhu bila larutan awal ditambahkan.
      Contoh:
    • NH3(g) + aq -> NH3(aq) ΔHs=-35.2 kJ mol-1
    • HCl(g) + aq -> H+(aq) + Cl-(aq) Î”Hs=-72.4 kJ mol-1
    • NaCl(s) + aq -> Na+(aq) + Cl-(aq) Î”H=+4.0 kJ mol-1
    Catatan:
    • Jika ΔHs sangat positif, zat itu tidak larut dalam air
    • Jika ΔH negatif, zat itu larut dalam air
     
    H. Kalorimetri
    Pengukuran perubahan kalor dilakukan menggunakan kalorimetri, yang biasanya berupa chamber tertutup yang dapat mengukur perubahan energi.
    kalorimeter, gambar kalorimeter
    Temperatur chamber diamati menggunakan termometer atau thermocouple. Temperatur yang didapatkan diplot melawan waktu membentuk grafik. Kalorimeter modern dapat membaca informasi yang dibutuhkan dengan cepat. Sebagai contoh adalah DSC (Differential Scanning Calorimeter).
    I. Perhitungan ∆H reaksi Menggunakan Hukum Hess
    Dari hasil pengamatan menggunakan kalorimeter  Germain Hess menyimpulkan  bahwa :
        "Setiap reaksi memiliki perubahan entalpi yang tetap, dan perubahan entalpi dari suatu reaksi tidak bergantung pada jalannya reaksi atau tahapan reaksi, tetapi hanya tergantung pada keadaan awal dan  keadaan akhir.”
    Contoh : 
            Secara kalorimetris entalpi pembentukan CO tidak dapat ditentukan, namun berdasarkan tahapan reaksi pembentukan CO2 entalpi pembentukan CO dapat ditentukan. Telah diketahui reaksi pembentukan CO2  dapat dilakukan dengan dua tahap yaitu :
    CO(g)  +  ½O2(g)  →  CO2(g)     ∆H  =  -284,3 kJ
    C(s)  +  O2(g) →   CO2(g)            ∆H  =  -395,2 kJ

    Berdasarkan kedua tahapan reaksi ini maka entalpi pembentukan CO dapat ditentukan sebagai berikut :
    C(s)  +  ½O2(g)  →  CO(g)          ∆H1 =  -111,1 kJ
    CO(g)  +  ½O2(g) →   CO2(g)      ∆H2 =  -284,3 kJ
    C(s)  +  O2(g) →   CO2(g)            ∆H3  =  -395,2 kJ

    Menurut Hukum Hess :
        ∆H3  =  H1   +  ∆H2        atau    ∆H1  =  ∆H3  - ∆H
         ∆H  =  -395,2 kJ  -  (-284,3 kJ)  =  -110,9 kJ
    Tahapan reaksi di atas dapat digambarkan dalam bentuk diagram sebagai berikut :

    Contoh Soal:
    Jika diketahui :  C2H5OH  +  3O2  →  2CO2  +  3H2O  ∆H = -327 kkal
    C  +  O2               →  CO2                   ∆H  =  -94 kkal
    H2  +  ½O2               →  H2O                   ∆H = -68,4 kkal
    Hitunglah perubahan entalpi yang timbul pada pembentukan C2H5OH dari unsur-unsurnya menurut       persamaan reaksi : 2C  +  3H2  +  ½O2    →  C2H5OH
    Jawab :
    Ketiga reaksi di atas kita susun sedemikian rupa sehingga bila dijumlahkan akan menghasilkan reaksi       pembentukan C2H5OH , dan ∆H nya adalah jumlah ∆H dari ketiga reaksi tersebut.
    ( C  +  O2  →  CO2 ) x2                         ∆H = -188 kJ      (harga ∆H dikali 2)
    ( H2  +    ½O2  →  H2O  ) x3                 ∆H = -205,2 kJ   (harga ∆H dikali 3)
      2CO2  +  3H2O →  C2H5OH   + 3O2  ∆H = -327 kJ            +
    2C  +  ½O2  +  3H2 →  C2H5OH      ∆H = -66,2 kJ
    Jadi perubahan entalpi yang timbul pada pembentukan C2H5OH adalah -66,2 kJ

    Berapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyelesaiakan soal-soal yang berhubungan dengan Hukum Hess
    1.   Jika persamaan reaksi dibalik, maka harga entalpi reaksi (∆H) harus berubah tanda
    Contoh : 
                  H2(g) +  ½O2(g)   →  H2O(g)         ∆H = -68,4 kkal……. jika reaksinya dibalik menjadi :
                  H2O(g)    →    ½O2(g) +  H2(g)      ∆H = +68,4 kkal

    2.   Jika koefisien reaksi dikali atau dibagi dengan suatu bilangan, maka harga entalpi reaksi (∆H) juga harus dikali atau dibagi dengan bilangan pengali atau pembagi itu
    Contoh : 
    H2(g) +  ½O2(g)   →  H2O(g)            ∆H = -68,4 kkal   jika reaksi ini dikalikan dengan 2 maka
    2H2(g) +  O2(g)   →  2H2O(g)          ∆H = -136,8 kkal  (∆H nya juga dikali 2 )
    H2(g) +  ½O2(g)   →  H2O(g)            ∆H = -68,4 kkal  jika reaksi ini dibagi 2 menjadi :
    ½H2(g) +  O2(g)   →  ½H2O(g)         ∆H = -34,2 kkal  (∆H nya juga dibagi 2)

    3.   Pada penjumlahan reaksi, apabila di ruas kanan dan ruas kiri persamaan reaksi terdapat zat-   zat yang  sejenis (molekul dan fasenya sama) maka zat-zat tersebut dapat dihilangkan sebelum reaksi tersebut dijumlahkan.
    Contoh :  H2(g) +  ½O2(g)   →  H2O(g)                 ∆H = +241,80 kJ
                     H2O(l)              →  H2(g) +  ½O2(g)     ∆H = -285,85 kJ +
                    H2O(l)               →  H2O(g)                  ∆H = -44,05 kJ 
    J. Penentuan ∆H Reaksi Berdasarkan Data Energi Ikatan

          Setiap senyawa memiliki energi yang mengikat atom-atom penyusun senyawa tersebut. Misalnya, senyawa kovalen memiliki energi yang mengikat pasangan elekron yang menjadi milik bersama. memiliki Contohnya, gas Cl2(g)  memiliki ikatan antar atom Cl yaitu ikatan Cl-Cl, dan gas O2(g)  memiliki ikatan antar atom O yaitu ikatan, yaitu O=O.   
            
            Peristiwa pemutusan pembentukan ikatan membebaskan sejumlah energi sehingga perhitungan H reaksi menggunakan data energi ikatan dapat dirumuskan sebagai berikut:

    ∆Hreaksi = ∑ (Energi ikatan pereaksi) - ∑ (Energi ikatan produk reaksi)
    Contoh :
    Jika diketahui : DN-N = 226 kkal, DN-H = 93,4 kkal dan DH-H = 104,2 kkal
    Hitung entalpi yang timbul pada reaksi : N2(g)  +  3H2(g)  →  2NH3(g)
    Jawab :
    Energi pemutusan ikatan
    1 ikatan N-N diperlukan energi : 1 x 226 kkal = 226 kkal
    3 ikatan H-H diperlukan energi : 3 x 104,2 kkal = 312,6 kkal
    Energi pembentukan ikatan:
    6 ikatan N-H dibebaskan energi : 6 x 93,4 kkal = 560,4 kkal
    Maka ;
    ∆H reaksi       = Σ Energi pemutusan ikatan – Σ Energi pembentukan ikatan
                            = (226 kkal + 312 kkal) – 560,4 kkal
                          = -21,8 kkal